Rabu, 24 Maret 2010

Kemilau Cinta Kamila

Kemilau Cinta Kamila adalah sinetron indonesia yang ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta di RCTI. Saat ini sinetron/drama serial Indonesia ini sedang tayang setiap hari pukul 18.00. berikut profilnya.
Judul: Kemilau Cinta Kamila
Tayang: 1 Maret 2010 pukul 18.00 di RCTI
Sinopsis:
Kamila adalah seorang gadis yang cantik, tegar, dan baik hati. Ia memiliki seorang ibu yang bernama Farah. Mereka hanya hidup berdua, karena ayah Kamila sudah meninggal saat Kamila masih kecil. Kamila tidak pernah sekalipun melihat ayahnya.
Farah sangat menyayangi Kamila dan berusaha menjadi ayah sekaligus ibu bagi Kamila. Namun Farah sangat ketat untuk satu hal, yakni ia tidak mengijinkan Kamila berpacaran.

Akhirnya tanpa sepengetahuan Farah, Kamila diam-diam pacaran dengan seorang pemuda yang bernama Edo.

Suatu hari, Kamila dan Edo pergi ke villa keluarga Edo di daerah Lembang. Rencananya disana, Kamila akan dipertemukan dengan orang tua Edo. Namun orang tua Edo batal datang. Saat terkurung oleh cuaca buruk itu, tiba-tiba Edo mengajak Kamila berhubungan intim, namun Kamila menolak. Di luar dugaan Edo memaksa Kamila. Kamila berusaha melawan, namun ia kalah kuat dari tenaga Edo. Kamila menangis dan merasa sangat terhina oleh sikap Edo. Namun, Edo berkata kalau dirinya melakukan semua itu karena ia begitu mencintai Kamila. Edo juga berjanji akan bertanggung jawab bila terjadi sesuatu nantinya. Kamila pun merahasiakan hal tersebut dari ibunya, Farah.


Namun sebulan kemudian, Kamila menemukan bahwa dirinya hamil. Kamila kebingungan. Ia pun menemui Edo ke Jakarta karena waktu itu Edo berkata kalau dirinya akan bertanggung jawab. Tapi Edo bilang dia akan bertanggung jawab dengan menemani Kamila melakukan operasi pengguguran kandungan. Kamillah sangat marah dan memukuli Edo.

Dalam perjalanan pulang ke Bandung, Kamila bertemu dengan Fadil, yang adalah pacar dari sahabat Kamila, Livia. Fadil baru saja dari rumah orang tuanya di Jakarta. Fadil memberitahu ibunya, Ambar, kalau dirinya sudah mempunyai calon istri. Mendengar kalau calon istri Fadil itu seorang pelayan restoran, membuat Ambar marah besar. Ambar dan Fadil bertengkar. Ambar lalu menyuruh supirnya membuntuti Fadil. Ambar juga menyuruh supirnya untuk memotret Fadil bila ia terlihat bersama seorang wanita.

Fadil mengajak Kamila bicara berdua di sebuah restoran karena Fadil hendak menceritakan rencananya untuk melamar Livia. Ia butuh bantuan Kamila untuk menjalankan rencananya. Tanpa sepengetahuan mereka, tampak supir Ambar mengawasi dan memotret mereka.

Fadil mengantar Kamila sampai di depan rumahnya. Farah yang baru saja pulang dari kantor, menyaksikan Kamila yang diantar oleh Fadil. Sepeninggalan Fadil, Farah langsung bertanya pada Kamila, siapa laki-laki yang mengantarnya? Kamila berkata kalau Fadil itu bukan pacarnya, melainkan pacar sahabatnya. Sekali lagi, Farah kembali mengingatkan Kamila untuk tidak berpacaran dengan pria dulu. Apalagi kalau Kamila sampai hamil, Farah berjanji tidak akan mengakui Kamila sebagai anak lagi. Kamila semakin sedih dan merasa serba salah mendengar ucapan Farah tersebut.

Ambar menerima foto yang diambil oleh supirnya. Ambar jadi salah sangka, ia mengira Kamila adalah kekasih Fadil.

Atas permintaan Fadil, Kamila mengajak Livia ke sebuah pulau kecil di laut. Di pulau itu, Fadil melamar Livia. Kamila sedih menyaksikannya. Betapa ia berharap Edo melakukan hal yang sama untuk dirinya. Livia yang ingin berbagi kebahagiaannya pada kamila, memasangkan cincin yang baru diterimanya itu ke jari Kamila, Livia berharap Kamila segera ketularan dirinya, sehingga Edo juga melamar Kamila. Kamila jadi sedih mendengarnya. Tiba-tiba nelayan yang membawa mereka ke pulau itu teriak-teriak. Nelayan menyuruh Livia, Kamila, dan Fadil kembali ke kapal karena sebentar lagi akan ada badai. Mereka pun segera kembali ke kapal. Karena panik, Kamila lupa mengembalikan cincin Livia yang masih terus dikenakannya.

Di tengah laut, ombak sangat besar dan berkali-kali menghantam perahu kecil yang membawa Kamila, Fadil, Livi. Fadil dan Livi jatuh ke laut, sementara Kamila sendiri terbentur dinding perahu dan pingsan.

Farah dihubungi pihak rumah sakit mengenai kecelakaan yang menimpa Kamila. Dengan panik, Farah segera datang ke rumah sakit. Farah menangis sedih melihat kondisi Kamila yang tidak sadarkan diri. Namun Farah sangat terkejut saat suster mengatakan kalau Kamila dan bayi yang ada di dalam kandungannya baik-baik saja. Farah sangat terpukul dan merasa dunianya hancur karena anak satu-satunya hamil di luar nikah. Farah yang dibaringkan di sebelah tempat tidur Kamila. Farah merasa yakin kalau Fadil yang telah menghamili anaknya. Tak lama, Kamila sadar. Ia terperangah melihat Fadil dan Livia yang sedang dalam kondisi kritis. Farah hendak bertanya soal kandungan Kamila dengan marah dan sedih, Kamila pun terpaksa mengaku. Farah menangis sejadi-jadinya, ia sangat kecewa pada Kamila. Kamila hendak menjelaskan kejadian yang sebenarnya terjadi, namun pintu IGD kembali dibuka dari luar. Orang tua Fadil masuk ke dalam ruangan. Mereka begitu shock melihat kondisi Fadil yang kritis. Fadil dengan susah payah mengatakan kalau wanita yang ia cintai ada disini, dengan matanya yang berusaha melihat ke arah Livia, namun Ambar yang pernah melihat Kamila difoto, menyangka Kamila-lah calon istri Fadil. Terlebih saat Ambar melihat Fadil dan Kamila mengenakan cincin yang sama. Ambar pun jadi marah-marah pada Kamila. Farah yang gak terima anaknya disalahkan, balas memarahi Ambar. Farah pun juga bilang kalau Kamila anaknya, hamil karena tindakan Fadil. Kesalahpahaman yang sangat besar pun terjadi. Kamila berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya, namun Farah menyuruh Kamila diam. Fadil berusaha menjelaskan juga, namun ia tidak mampu, Fadil merasa dadanya sesak. Seketika pertengkaran itu berhenti. Kondisi Fadil ternyata cukup parah. Ia dinyatakan koma. Ambar dan Tama sangat sedih mendengarnya.

Malamnya, Kamila diijinkan keluar dari rumah sakit. Setibanya di rumah, Farah menanyakan perihal anak dalam kandungan Kamila. Farah minta Kamila meminta pertanggungjawaban Fadil. Kamila berusaha menjelaskan kalau Fadil tidak bersalah dalam hal ini, namun Farah tidak mau mendengar penjelasan apapun dari Kamila. Farah berkata, kalau Kamila tidak berhasil mendapatkan pertanggungjawaban dari Fadil, Kamila harus pergi dari rumah mereka. Kamila sangat terpukul dan sedih.

Keesokan harinya, Kamila memberanikan diri untuk datang ke rumah Edo. Ia masih berharap Edo mau mempertanggungjawabkan perbuatannya. Di rumah itu, Kamila tidak hanya bertemu dengan Edo, namun juga dengan ibunya Edo, Martha. Kamila menceritakan semuanya pada Martha. Namun Martha malah membela Edo. Martha memberikan cek agar Kamila menggugurkan bayi dalam kandungannya dan menyuruh Kamila melupakan apa yang telah terjadi. Kamila merasa sangat terhina,. Ia pergi meninggalkan tempat itu.

Kamila pulang ke rumah. Farah bertanya, apakah Kamila berhasil mendapatkan pertanggungjawaban dari Fadil. Kamila berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada Farah. Namun Farah tidak percaya. Farah malah marah karena mengira Kamila berusaha melindungi Fadil. Farah pun mengusir Kamila dari rumah. Kamila berkali-kali mengetuk pintu namun Farah tidak kunjung membukakannya. Akhirnya Kamila pun melangkah meninggalkan rumahnya.

Kesedihan Kamila semakin bertambah karena Livi sahabatnya meninggal dunia. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya Livi sempat menitipkan cincin dan Fadil pada Kamila. Kamila pun menangis tersedu karena ia benar-benar merasa sendirian sekarang.

Kamila yang luntang-luntung di jalan, hampir saja keguguran. Untunglah ia ditolong oleh seorang pemulung kecil yang baik hati bernama Wiwi, anak itu dengan susah payah membawa Kamila di dalam gerobaknya menuju puskesmas. Sejak saat itu, Kamila dan Wiwi pun bersahabat. Kamila juga ikut tinggal di rumah kardus Wiwi.

Fadil yang sudah sadarkan diri, berusaha menghubungi Livia. Namun Fadil sangat terkejut saat mengetahui Livia sudah meninggal. Fadil menangis sejadi-jadinya.

Fadil memutuskan kabur dari kamar rumah sakit untuk datang ke makam Livia. Hilangnya Fadil dari rumah sakit membuat seluruh keluarga menjadi cemas dan panik.

Di makan Livia, Fadil berjumpa dengan Kamila. Kamila minta maaf karena ia sudah merahasiakan kematian Livi dari Fadil. Fadil memaafkan Kamila. Fadil juga minta maaf, karena cincin Livi menyebabkan Kamila dalam posisi yang sulit.

Kamila mengajak Fadil untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada orang tua Fadil. Kamila gak mau, nama baik Fadil rusak karena sudah dituduh menghamili dirinya. Namun tidak disangka-sangka, saat menghadap orang tua Fadil, fadil malah mengakui kalau anak di dalam kandungan Kamila adalah anaknya. Kamila, tama, Ambar dan Mariana sangat terkejut. Ambar yang begitu shock, sampai pingsan.

Cast :

Asmirandah sbg. Kamila
JJonas Rivanno sbg. Fadil/Taufan
Mischa Candrawinata sbg. Edo
Tika Putri sbg. Livia/Alena
Marini Zumarnis sbg. Farah
Debby C. Dewi sbg. Martha
Rico Tampatti sbg. Tama
Nunu Dantau sbg. Ambar
Putri Anne sbg. Mariana

Raya Kohandi sbg. Indi

Sutradara : Noto Bagaskoro
Produser : Leo Sutanto
Desain Produksi : Heru Hendriyarto
Cerita & Skenario : Ina Rosamaya
Produksi : SinemArt (2010)


Credit by Facebook

Tidak ada komentar:

Posting Komentar